PERANCANGAN SUMBER TENAGA KENDARAAN RODA EMPAT “MEPITU” BERTENAGA HYBRID LISTRIK DAN ANGIN

  • M. Nur Wakhid , Riswan Eko Wahyu S. Politeknik Kediri

Abstract

Kendaraan yang menggunakan tenaga hybrid ini sangat ramah lingkungan. Pembuatan kendaraan roda empat hybrid ini bertujuan agar menghemat bahan bakar minyak dan mengurangi pencemaran udara. KendaraannRoda Empat Hybrid BertenagaaListrik dan Angin “Mepitu” merupakan salah satu kendaraan yang menggunakan energi alternatif sebagai bahannbakar. Energiikinetik angin menjadi energiilistrik dan Baterai sebagai tenaga listriknya untuk menggerakkan motor listrik sertaaroda kendaraan tersebut. Dalam proses pembuatan Kendaraan tenaga Hybrid Listrik dan Angin mempunyai beberapa perencanaan, salah satuyaayaitu Perencanaan Sumber Tenagaameliputi 1 motor listrik, 2 baling-baling, 2 generator dan 5 accu. Jadi dalam proses pembuatan telah ditentukan dengan dataaawal meliputi 1 motor listrik yang mempunyai dayaa1000 W dengan putaran 2750 Rpm, 2 baling-baling dengan jenis Multi-bladee dengan diameter 30 cm, 2 generator  dengan dayaa60 W dengan tegangan 60 Hz. Dan menggunakan 5 accu dengan 1 accu  kering (12 volt, 3 ampere) untuk penerangan dan 4 accu kering ( 12 volt, 12 ampere) untuk pengisian dan dirangkai secara seri. Hasil pembahasan yang telah dilakukan didapatkan simpulan sebagai berikut: Torsi yang didapat padaamotor listrik sebesar 354,2 kg. Dayaauntuk kapasitas storage sebesar 576 W atau 0,576 kW. Lamaawaktu pemakaian selama 34,2 menit. Menggunakan baling-baling jenis multi blade dengan luas penampang sudu sebesar 24,64 cm2. Perhitungan dayaaangin sebesar 2327,94 Watt. Putaran pada generator sebesar 1800 Rpm dan daya 60 W.

Published
2018-05-31
How to Cite
RISWAN EKO WAHYU S., M. Nur Wakhid ,. PERANCANGAN SUMBER TENAGA KENDARAAN RODA EMPAT “MEPITU” BERTENAGA HYBRID LISTRIK DAN ANGIN. Jurnal Teknik Mesin (JTM), [S.l.], v. 7, n. 1, p. 1-9, may 2018. ISSN 2549-2063. Available at: <http://ojs.poltek-kediri.ac.id/index.php/JTM/article/view/374>. Date accessed: 17 june 2019.